Rabu, 16 April 2014

Terbaik untuk jujur

Katakan kepada siapapun yang bertanya tentang kebahagiaan mu, bagaimana kamu mengapainya lalu jatuh tersungkur hingga berdarah-darah. Dunia memanggilmu dengan semangat juang yang lebih dahsyat, lalu membisikkan kepadamu sebuah bait puisi tentang kebahagiaan. Mungkin lama tidak kau sadari, ketika beribu burung terbang membawa pesan singkat untuk kau baca. Tapi sedikitpun kau tak memahami itu, tidak sedikitpun dapat kau tangkap pesan itu.

Kau pun tersesat dalam bahagia yang menyesakkan dada, andai kau tak memilih untuk bungkam lalu bicara. Ada hal lain yang akan kau dapatkan, entah itu pelipur lara atau pengobat rindu. Karena tidak selamanya hidup hanya sendiri, mungkin saja burung yang telah terbang bisa membantu mu untuk menyeka luka yang mengucur deras dalam dada. Ya, apakah kau mampu sendiri dalam liku kehidupan dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar