Katakan
kepada siapapun yang bertanya tentang kebahagiaan mu, bagaimana kamu
mengapainya lalu jatuh tersungkur hingga berdarah-darah. Dunia memanggilmu
dengan semangat juang yang lebih dahsyat, lalu membisikkan kepadamu sebuah bait
puisi tentang kebahagiaan. Mungkin lama tidak kau sadari, ketika beribu burung
terbang membawa pesan singkat untuk kau baca. Tapi sedikitpun kau tak memahami
itu, tidak sedikitpun dapat kau tangkap pesan itu.
Kau
pun tersesat dalam bahagia yang menyesakkan dada, andai kau tak memilih untuk
bungkam lalu bicara. Ada hal lain yang akan kau dapatkan, entah itu pelipur
lara atau pengobat rindu. Karena tidak selamanya hidup hanya sendiri, mungkin
saja burung yang telah terbang bisa membantu mu untuk menyeka luka yang
mengucur deras dalam dada. Ya, apakah kau mampu sendiri dalam liku kehidupan
dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar