Meskipun dunia tengah menengadah oleh kemenangannya terhadap ku, jangan dianggap aku akan menyerah begitu saja. Sengaja aku menunduk, tak mau membuat dunia lebih sombong dengan kemenangannya. Sekelilingku telah ku ketahui, tidak ada sedikitpun yang terlewat. Aku akan tumbuh lebih dari yang biasannya, lewat kesombonganmu dunia.
Sekarang, hidupku, lebih dari kebahagiaan. Semuanya indah, suka dan duka ku tidak lagi kosong. Selurunya penuh, jadi kau dunia, tetaplah menengadah dengan kesombongan-kesombongan itu, aku tetap mampu menunduk sesuai dengan jati diri.
Berpijaklah aku dikaki-kaki sendiri, menerjangi ketidakmampun yang membelenggu. Aku telah hidup, hidup kembali bersama saraf-saraf otakku yang terus aktif merespon. Dunia, aku mampu lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar