Sabtu, 24 Mei 2014

Sakoni'

     Meskipun dunia tengah menengadah oleh kemenangannya terhadap ku, jangan dianggap aku akan menyerah begitu saja. Sengaja aku menunduk, tak mau membuat dunia lebih sombong dengan kemenangannya. Sekelilingku telah ku ketahui, tidak ada sedikitpun yang terlewat. Aku akan tumbuh lebih dari yang biasannya, lewat kesombonganmu dunia.
    Sekarang, hidupku, lebih dari kebahagiaan. Semuanya indah, suka dan duka ku tidak lagi kosong. Selurunya penuh, jadi kau dunia, tetaplah menengadah dengan kesombongan-kesombongan itu, aku tetap mampu menunduk sesuai dengan jati diri. Berpijaklah aku dikaki-kaki sendiri, menerjangi ketidakmampun yang membelenggu. Aku telah hidup, hidup kembali bersama saraf-saraf otakku yang terus aktif merespon. Dunia, aku mampu lebih.

Selasa, 13 Mei 2014

Usia Nambah

Hari terus berganti, bulan menjemput dan tahun mengiringgi. Usia manusia siapa yang tahu, dengan segala keterbatasannya dan kelebihannya. Manusia tidak akan ingkar dengan kodratnya sebagai umat. menyembah yang dijadikan sesembahnya, melakukan amalan yang menjadi fardhu serta kebiasaan. Semua umat pantas tunduk, dengan segala perintah, kewajiban dan amalan tadi. Dan selama ini, terlaksanakah itu semua?.     Hari ku, enam mei sembilan puluh lima, seorang bayi suci dengan jenis kelamin perempuan telah gugur ditengah-tengah bumi semesta. Jeritannya tidak membawa bahagia, namun terlanjur terlahirkan, anak itu diterima dengan baik oleh orang tuanya. Kemudian dua tahun kelahirannya, sebuah hadiah dari sang kuasa menimpahnya dan kepada keluarganya pula.

Jumat, 02 Mei 2014

ambur

     Kalupun lagu bisa menghibur senduh dihati itu adalah lagu merdeka 68 tahun silam. Ketika aliran darah menjadi bumbu sedap sedangkan tangian menjadi penikmatnya. Keringat asin berubah menjadi perasa alami yang sulit ditemuka di masa sekarang. Mereka yang menjadi saksi juga telah tiada, yang berdarah pun rasanya telah lenyap, jejak mereka telah hilang bau darah mereka pun tidak lagi tercium.
     Namun sejarah melukiskan semua jejak itu,jejak yang tertanggal rapi dalam ingatan. Siapa mungkin yang bisa menghapuskan, kala rumah yang dihuni sekarang adalah hasil jual beli berdarah para pejuang.